Tatah Wayang : Pengolahan Kulit Agar Siap Ditatah

0 267

Menyiram kulit dengan air panas, untuk mempercepat pemadatan dan pematangan kulit. Cara ini banyak dilakukan sebagai “jalan pintas” untuk mematangkan kulit agar siap ditatah. Efek sampingnya: kulit yang diolah dengan cara ini akan lekas jebol setelah menjadi wayang, karena ikatan antar lapisan kulit “dikejutkan” dengan panas secara tiba-tiba, sehingga pemadatan yang terjadi pun instan dan mungkin sekali ada bagian-bagian kulit yang kurang merata pemadatannya akibat hal itu, sehingga menjadi renggang karena tak menyesuaikan diri dengan kesusutan kulit di bagian lainnya setelah beranjak mendingin.

Merendam kulit dalam air gamping. Air gamping bersifat panas juga, sehingga dipercaya mampu memadatkan kulit secara perlahan-lahan, selain mempermudah sisa-sisa lemak untuk lepas dari kulit yang direndam. Kulit yang direndam air gamping ini, efek sampingnya adalah menjadi keras (kemethak) dan agak menyulitkan untuk ditatah, meskipun kulitnya kuat dan kokoh.

Dengan obat kimia (perajin sering menyebutnya dengan formalin, padahal entah yang dipakai itu benar formalin atau bukan). Cara pengolahan ini menghasilkan kulit yang bersih dari bulu (tanpa harus banyak tenaga untuk mengeruk) karena rontok dengan sendirinya, serta berpenampilan bening (ngaca dalam bahasa Jawa). Lantas, apa efek sampingnya? Kulit berobat kimia ini umumnya keras, sulit ditatah, sehingga perlu direndam lebih lama dan dikeruk kembali untuk menghilangkannya.

Source Pustaka Wawayangpustaka.wordpress.comayang wayangpustaka.wordpress.com/2010/08/13/langkah-langkah-menatah-wayang-jilid-ii-bagaimana-mengolah-kulit-tulisan-rudy-wiratama-partohardono
Comments
Loading...