Unsur Pakeliran : Catur, Kosakata di Bahasa Jawa

0 439

Menurut Kuwato Catur merupakan kosakata bahasa Jawa yang salah satu artinya adalah ‘kata’ dan jika ditambah akhiran/panambang menjadi caturan berarti: berkata, berkatakata atau bercakap-cakap. Dalam bahasa Kawi kata catur artinya empat. Dalam dunia olah raga, catur menjadi nama salah satu cabang olah raga yaitu olah raga catur, sedangkan di dunia pedalangan kata catur merupakan istilah untuk menunjuk salah satu unsur garap pakeliran yang di bentuk dari medium bahasa, yaitu narasi dan wacana/dialog.

Bambang Murtiyoso Catur adalah susunan atau rangkaian bahasa yang diucapkan dalang pada waktu mendalang, baik yang berisi pelukisan sesuatu maupun berupa percakapan tokoh-tokoh wayang. Berdasarkan penggunaannya, catur dapat diperinci menjadi janturan, pocapan, dan Ginem. Janturan adalah catur yang berisi pelukisan suatu adegan. Penyuaraan janturan diiringi dengan sebuah gendhing yang dibunyikan secara perlahan-lahan.

Pocapan hampir sama dengan janturan, tetapi tidak diiringi dengan gendhing. Sedangkan Ginem adalah catur yang berisi percakapan atau dialog antara tokoh wayang yang satu dengan yang lain. Menurut B. Subono Catur adalah ungkapan bahasa dalam pakeliran yang terdiri dari Ginem atau dialog, janturan dan pocapan atau narasi. Dalam pakeliran bentuk semalam banyak dijumpai catur-catur yang klise. Catur klise adalah susunan bahasa baik berbentuk narasi maupun dialog yang telah baku berupa perbendaharaan jadi. Catur jenis ini struktur.

Source bsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...