Wayang Indonesia : Aneka Rupa Tawa, Pameran Rupa

0 108

Raut-raut muka berwajah ala wayang itu menampilkan senyum-senyum tradisi asli yang belum tersentuh oleh modernisasi. Ternyata, senyum-senyum tulus nan jujur itu semakin sulit ditemukan di zaman kekinian.

Tapi, kembali ke pertanyaan di depan, apakah benar serius itu lebih bernilai daripada senyum dan tawa? Apakah hanya mereka yang serius yang akan mencapai kesuksesan? Apakah tertawa adalah dagelan yang tak bisa dikaitkan dengan kesuksesan? Filsuf Jerman, Immanuel Kant (1724-1804), meyakini, tertawa adalah hakiki hidup manusia.

Menurut Kant, ada tiga hal yang menolong kita agar mampu menanggung segala kesusahan dan beban hidup ini, yakni harapan, tidur, dan senyum atau tawa. Betapa tawa itu bernilai tinggi.

Source Kompas kompas.id/baca/humaniora/dikbud/2018/11/01/aneka-rupa-tawa
Comments
Loading...