Wayang Indonesia : Antara Piring Nasi Kelir Wayang

0 195

Piring itu bisa diibaratkan sebagai kelir wayang. Keduanya adalah wahana atau tempat untuk menggelar sajian utama. Wayang adalah nasi, di mana keduanya merupakan aspek yang paling inti. Gamelan adalah kuah dan lauknya. Nasi tanpa kuah dan lauk tentu tidak ada rasanya, begitu pula wayang tanpa gamelan.. mungkinkah?. Dalang adalah sendoknya. Tanpa dalang wayang takkan mampu dinikmati begitu pula tanpa sendok nasi tak akan sanpai ke mulut

Sinden adalah garpunya. Sinden adalah pendamping dalang dan garpu adalah pendamping sendok. Tema atau lakon adalah menunya. Lakon wayang itu adalah isi pesan begitu pula menu itu adalah gizi. Akhirnya kedua kutub bertemu di indra kita.. Ialah telinga, mata dan mulut kita. Telinga dan mata adalah alat untuk menikmati pagelaran wayang. Mulut dan lidah alat untuk menikmati kelezatan makanan. Dan sebagai titik kulminasinya adalah hati dan nurani kita. Wayang sebagai makanan jiwa yang sarat dengan nilai dan norma. Sedang nasi sebagai santapan raga akan mampu membuat kehidupan yang sehat dan barokah.

Source kompasiana.com kompasiana.com/rusrusman522/5b40415a16835f2dd278ede2/antara-piring-nasi-dan-kelir-wayang
Comments
Loading...