Wayang Indonesia : Babad dan Karakter Wayang Cirebon

0 159

Pada wayang kulit Cirebon penyebutan nama babad atau cerita dan karakter-karakter pewayangannya memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan penyebutan babad pewayangan dalam pagelaran wayang kulit purwa gaya Yogyakarta atau Surakarta, sebagai contohnya Babad alas amer disebut sebagai Babad Wanamerta dalam pagelaran wayang kulit Cirebon. Penyebutan nama karakter pewayangannya juga memiliki perbedaan, diantaranya Kala Pracona dalam wayang kulit cirebon disebut sebagai Naga Pracana dan Kala Srenggi disebut sebagai Kala Jenggi.

Selain perbedaan penyebutan nama babad dan karakter pada Wayang kulit Cirebon, kesinambungan unsur pra-Islam dengan unsur agama Islam yang masuk ke wilayah budaya Cirebon pun masih dapat dilihat jelas pada bentuk visual karakter wayangnya, selain contoh Naga Liyong dan Guru Dorna (Drona) yang berjubah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada juga karakter lain yang merupakan wujud dari kesinambungan unsur pra-Islam dengan agama Islam, diantaranya Gunungan Jali atau Jaler pada pagelaran wayang kulit cirebon yang masih menampilkan wujud Ganesha sebagai pengaruh unsur agama Hindu yang merupakan salah satu unsur pra-Islam yang mewarnai wayang kulit Cirebon. Jika dibandingkan antara pembawaan bahasa babad yang digunakan pada wayang kulit purwa dengan wayang kulit Cirebon, dialog yang dibawakan pada pagelaran wayang kulit cirebon lebih bernafaskan Islam.

Source halimisemm-carubannagari.blogspot.com halimisemm-carubannagari.blogspot.com/2015/01/wayang-kulit-cirebon.html
Comments
Loading...