Wayang Indonesia : Da’wah Islam dan Wayang(an)

0 18

Dakwah Islam sudah dilakukan sejak lama di Nusantara dengan berbagai metode dan sarana tentunya. Salah satunya adalah dengan metode pendekatan budaya dan sarana hiburan masyarakat (kesenian), seperti yang pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga dengan kisah wayangnya. Wayang sebagai warisan budaya diadaptasi untuk sarana dakwah dengan menampilkan cerita yang berisikan ajaran Islam. Merujuk tesis Minanur Rahman dan Arabic The Source Of All The Langguages yang menyatakan bahwa bahasa Arab itu merupakan induk semua bahasa. Dengan demikian, berdasarkan teori ini kemungkinan penamaan Wayang itu diambil dari kata

wahyan

artinya wahyu/firman Tuhan. Jadi, nama figur dan kisah dalam Ramayana dan Maha Barata itu pada mulanya berasal dari wahyu Ilahi. Sedangkan Dalang, yang memainkan wayang tersebut berasal dari kata “Dallan” artinya penuntun atau penunjuk jalan. Jadi, Dalang itu adalah orang yang mempertunjukkan kisah tentang wayang yang bernuansa petunjuk-petunjuk Tuhan untuk manusia, baik dalam urusan pribadi, keluarga, pemerintahan, Negara, hubungan internasional, peperangan dan sebagainya.

Ada juga kerajaan antagonis yaitu Astina (Asysayithon) dengan penguasanya Duryudana (Durjana) yang selalu bersikap jahat seperti syaithan. Tokoh Punakawan yang menjadi figur penasehat yang senantiasa memberikan pencerahan dalam cerita wayang juga memiliki makna yang begitu mendalam dan sarat makna. Punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng Petruk dan Bagong.

Source Kumparan kumparan.com/punakawan-el-jawi/islam-dan-pe-wayang-an
Comments
Loading...