Wayang Indonesia : Eko Sunyoto, Keluarga Seniman

0 161

Eko mengenal seni sejak kecil karena lahir dari keluarga seniman. Ayah Eko bahkan punya kelompok wayang orang. Sejak kanak-kanak, dia sudah mulai belajar menari, memainkan gamelan, dan berlakon wayang orang.

Saya mulai pentas wayang orang sejak kelas 3 SD

kenang Eko. Selain belajar kesenian dari sang ayah, Eko juga belajar menari ke sejumlah seniman senior di Magelang. Kemampuannya menari kian terasah saat kuliah di jurusan pendidikan seni tari di Institut Keguruan dan Ilmu Kependidikan (IKIP) Yogyakarta (sekarang bernama Universitas Negeri Yogyakarta). Sejak kuliah di Yogyakarta mulai 1991, dia kerap didapuk pentas menari di berbagai kota. Eko mengenang, saat itu, ia sangat sering diundang menari dalam hajatan pernikahan di wilayah Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dulu saya bisa menari 15 kali dalam sebulan di Wonosari. Saat itu bahkan ada kepercayaan kalau saya yang nari di hajatan perkawinan, pengantinnya cepat punya anak

katanya sambil tertawa. Karena terlalu asyik memenuhi undangan menari, Eko akhirnya tak bisa menyelesaikan kuliah. Medio 1999, Eko memutuskan pulang ke kampung halamannya di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Magelang, yang berada di lereng Gunung Merbabu. Sesudah itu, ia sempat terlibat dalam penyelenggaraan Festival Lima Gunung yang melibatkan masyarakat di sekitar lima gunung di Jawa Tengah, yakni Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh.

Source Kompas kompas.id/baca/tokoh/sosok/2018/11/13/eko-sunyoto-mengajarkan-seni-untuk-terapi-kejiwaan
Comments
Loading...