Wayang Indonesia : Kereta Alkid DIY Bukan Wayang?

0 55

Di sebelah utara kandang gajah, ngangkring lesehan sambil menyeruput kopi. Semilir agak bau dari kandang gajah tidak masalah. Remang-remang cenderung gelap, membawa sensasi tersendiri. Namun sekarang ada yang lain di sini, di alkid atau alun-alun kidul alias alun-alun selatan. Selain sudah penuh lampu penerang, juga ada lampu-lampu warna warni yang sedang parkir. Banyak juga yang bersliweran: itulah kereta dan sepeda bercahaya, hasil kreatifitas mengisi wisata kota Yogyakarta.

Ya, kereta dan sepeda yang gemerlapan. Semarak, menjual suasana. Ada kereta yang bergambar Dora Emon, Donald Bebek, juga kartun-kartun lucu lainnya. Menarik perhatian, memancing kita untuk naik menikmatinya. Kreatifitas menghias kereta dan sepeda itu memang sudah lama. Entah siapa dulu yang mengawali. Salut untuk beliau. Yang jelas pemakainya terus saja ada. Tak henti-henti berkeliling alun-alun selatan Yogyakarta. Ceria, penuh canda tawa. Namun, setelah sekian lama memperhatikan.

Lho, kenapa tidak ada yang berhias gambar wayang? Lebih dominan memakai gambar kartun lucu-lucu yang terutama menghiasi kereta. Mmm, apakah gambar wayang tidak ada yang lucu? Misalnya gambar punokawan, semacam Gareng, Bagong, atau juga Petruk. Bukankah jika bergambar wayang, akan lebih menyentuh cita rasa budaya kota Yogyakarta? Ataukah gambar-gambar kartun itu lebih “menjual” dibanding gambar wayang semacam punokawan?

Source kompasiana.com kompasiana.com/ariefmasariefmas/5508de11813311961cb1e127/kereta-dan-sepeda-bercahaya-di-alun-alun-selatan-yogyakarta-kok-tidak-bergambar-wayang
Comments
Loading...