Wayang Indonesia : Konferensi Wayang Internasional

0 42

Pada 27 Agustus 1968 di Kuala Lumpur diadakan International Conferense on Traditional Drama and Music of South East Asia suatu Konferensi Internasional tentang seni drama karawitan/pewayangan yang dihadiri hampir sekitar kurang leih 500 seniman yang terdiri dari dalang-dalang, ahli karawitan, para penggiat wayang dari berbagai negara. Dalam beberapa pendapat yang dilontarkan para ahli budaya mengatakan bahwa wayang merupakan salah satu kebudayaan yang ajaib, memadukan unsur religi serta filosofinya yang kuat, dengan alunan ‘himne’ atau musik yang khas, menjadikan wayang sebagai sebuah warisan nenek moyang yang berkesinian kalsik tradisional bernilai sangat tinggi.

Keunikan wayang ini tidak hanya diakui oleh orang-orang Indonesia saja sebagai penikmatnya, lebih dari itu bahkan diakui oleh dunia Internasional. Pada 27 Agustus 1968 di Kuala Lumpur diadakan International Conferense on Traditional Drama and Music of South East Asia suatu Konferensi Internasional tentang seni drama karawitan/pewayangan yang dihadiri hampir sekitar kurang leih 500 seniman yang terdiri dari dalang-dalang, ahli karawitan, para penggiat wayang dari berbagai negara.

Konferensi tersebut dibuka oleh Perdanan Menteri Tengku Abdul Rahman. Penonton yang didalamnya sebanyak 3000 penonton, selain mempertunjukkan kesenian pergelaran konser karawitan/gamelan dan wayang kuit dari berbagai negara disana juga diadakan diskusi mengenai wayang kulit. Indonesia sendiri menampilkan seni drama Randai dari Sumatera, seni tari drama fragmen ramayana dan pagelaran wayang.

Source Kumparan kumparan.com/potongan-nostalgia/konferensi-wayang-internasional-pertama
Comments
Loading...