Wayang Indonesia : Kreativitas Wayang Wawasan Global

0 164

Mencermati perkembangan pewayangan di Bali yang terjadi selama beberapa dekade belakangan ini, menjadi jelaslah bahwa motivasi pengembangan-nya masih diliputi rasa ketaqwaan dan rasa estetis secara alami tumbuh pada kebanyakan seniman, tetapi sekarang menjadi semacam tuntutan akademis bagi mereka yang hendak memperoleh pengakuan formalitas pedalangan dari sekolah pemerintah. Berbagai jenis wayang kulit yang telah berkembang di Bali, serta beraneka bentuk dan cerita/lakon (sering disebut “lampahan”) yang kesemuanya itu sangat akrab dengan masyarakat.

Catatan yang ada, kini sudah 8 jenis wayang kulit (tidak termasuk wayang wong dan parwa) sudah berkembang dan menyebar keseluruh pulau Bali. Sebagian tetap mampu berkembang, sebagian melemah dan ada diantaranya sudah punah, namun tidak sedikit telah tumbuh bentuk pakeliran baru seperti, wayang arja; wayang tantri; wayang babad; pakeliran layar berkembang; pakeliran layar ganda; pakeliran padat; pakeliran layar dinamis; wayang golek agung; wayang listrik; pakeliran layar bundar dan lain-lainnya.

Memang tumbuh dan surutnya suatu bentuk seni budaya merupakan suatu proses yang wajar, karena masyarakat itu bergerak secara dinamis sesuai dengan tuntutan globalisasi. Tulisan kecil ini mencoba mengamati eksistensi pakeliran layar lebar karya mahasiswa maupun dosen jurusan Pedalangan STSI/ISI Denpasar, dalam proses  kreativitasnya, masih berpijak pada pola tradisi (lokal) dengan menggunakan media ungkap modern. Eksperimen-eksperimen pewayangan tersebut merupakan bentuk penggalian kemungkinan.

Source blog.isi-dps.ac.id blog.isi-dps.ac.id/dkwicaksana/pakeliran-layar-lebar-kreativitas-wayang-berbasis-lokal-berwawasan-global
Comments
Loading...