Wayang Indonesia : Menerawang Pilpres via Wayang

0 34

Mencoba menerawang Pilpres 9 Juli 2014 mendatang dengan kacamata lain, yakni kacamata wayang. Sebenarnya, Karna adalah ksatria sakti putra Dewa Surya. Sayangnya, Karna terkena kutukan Rsi Parasurama, Sang Guru yang konon ditipunya. Dalam kutukannya Rsi Parasurama berkata bahwa kelak dalam perang besar Bharatayuda, semua ilmu kesaktian yang diajarkannya akan lenyap meninggalkan dirinya. Dan dalam pewayangan benar terjadi demikian.

Bahkan panah sakti Kuntawijayandanu pun telah dilepaskan untuk menghadapi Gatotkaca putra Bima yang mengamuk membantu Pandawa (konon, panah sakti ini hanya bisa digunakan sekali). Kalau terawangan ini pas (atau setidaknya mendekati pas), Pilpres 2014 adalah perang Bharatayudha, perang yang konon digariskan untuk memisahkan antara yang baik dan yang jahat, perang antara dharma dan adharma. Dalam perang ini, kebenaran menang dan semua harus ngunduh wohing pakarti.

Dalam perang inilah semua punagi harus diselesaikan. Artinya, sapa nandur ngunduh, sapa nggawe nganggo. Melihat gerak KPK yang makin nyata, tampaknya periode ngunduh wohing pakarti sudah sampai waktunya. Benar atau tidak, mari kita tunggu bersama dan harapan saya semoga babak wayang-purwa segera selesai bersama dengan lahirnya Parikesit. Mengapa? Karena setelah wayang-purwa berakhir sambungannya adalah Wayang.

Source kompasiana.com kompasiana.com/mahesa-birawa/54f7527da333119c348b4586/menerawang-pilpres-2014-dengan-kacamata-wayang
Comments
Loading...