Wayang indonesia : Minim Penerus, Keberadaan Wayang

0 125

Keberadaan wayang krucil di Kabupaten Blora semakin terpinggirkan karena minimnya generasi penerus kesenian ini. Jumlah dalang wayang krucil di Kabupaten Blora pun semakin menipis, hingga kini tidak sampai 10 dalang yang masih terus aktif memainkan wayang yang terbuat dari kayu ini. Kebanyakan mereka pun sudah tua semua. Padahal di salah satu sisi, paguyuban Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Blora sedang gencar-gencarnya melakukan pelestarian wayang kulit melalui agenda wayangan rutin setiap malam Jumat Pon di Pendopo Kabupaten seperti yang diberitakan beberapa hari lalu.

M Taufiq salah satu penggemar seni wayang, mengharapkan agar PEPADI juga mau dan bersedia menggandeng para seniman dalang wayang krucil untuk bersama-sama melakukan upaya pelestarian seni budaya yang mulai punah ini.

Saya turut prihatin dengan kondisi seni wayang krucil saat ini. Sudah jarang generasi penerusnya yang kelak bisa meneruskan kesenian tradisional tersebut. Semoga PEPADI Kabupaten Blora tidak hanya fokus dalam pelestarian wayang kulit saja, namun para dalang wayang krucil juga diajak gabung untuk bersama-sama mengembangkan dunia pewayangan di Blora

jelasnya. Diketahui selama warga masyarakat Blora, hanya mengenal pementasan wayang krucil di Desa Janjang yang digelar setiap acara manganan atau sedekah bumi saja. Karena acara tersebut merupakan tradisi tahunan yang sudah berjalan puluhan tahun. Sedangkan wayang krucil lainnya tidak pasti.

Source infoblora.com infoblora.com/2015/06/minim-penerus-keberadaan-wayang-krucil_2.html
Comments
Loading...