Wayang Indonesia : Penggerong, Vokal Pria Koordinator

0 216

Pelaku yang lain yang tidak kalah penting dalam pertunjukan wayang adalah penggerong. Penggerong adalah vokal pria yang berupa koor yang menyertai gendhing, yang disebut gerongan gendhing. Dalam pertunjukan wayang tidak semua gendhing digerongi dan terbatas gendhing tertentu misalnya gendhing bentuk ladrang, ketawang, lagu dolanan, dan gendhing-gendhing khusus. Jumlah penggerong dalam pertunjukan wayang bisa dua orang sampai dengan lima orang. Mereka duduk dibelakang para pesindhen (swarawati).

Tugas penggerong dalam sajian wayang kulit adalah:
a) Menghias gendhing dengan cara melakukan gerongan pada gendhing yang menggunakan gerong (koor bersama yang dilakukan oleh vokal pria). Misalnya pada gendhing patalon, ladrang srikaton, dan ketawang sukmailang. Pada gendhing jejer yaitu ladrang karawitan dan sebagainya.
b) Melagukan suluk (pathetan, sendhon atau ada-ada atas permintaan dalang untuk mendukung suasana tertentu.
c) Melagukan tembang (macapat, tengahan atau sekar ageng) untuk iringan adegan tertentu.
d) Melagukan senggakan pada gendhing tertentu
e) Melagukan bawa gendhing untuk keperluan adegan tertentu.

Sebagai contoh pada adegan Supraba dan Niwatakawaca dalam lakon Ciptaning, penggerong melagukan sendhon kloloran, yang memberikan suasana romantis. Contoh lain melagukan tembang durma bentuk palaran pada adegan perang gagal, atau tembang sinom bentuk palaran dan sebagainya. Melagukan senggakan pada palaran pangkur yang dinyanyikan oleh pesindhen pada adegan perang kembang (cakil melawan Arjuna).

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...