Wayang Indonesia : Perjalanan Cari Bentuk Wayang

0 45

Sebelum masuknya Islam ke Indonesia, wayang sudah menjadi bagian dari kebudayaan masa Hindu-Budha. Wayang pertama kali dibuat pada 939 M oleh Jayabaya yang ingin menggambarkan sosok dari para leluhurnya. Gambaran yang dibuatnya kemudian dimainkan oleh seorang dalang dalam sebuah pertunjukan dengan mengangkat sebuah cerita. Memasuki tahun 1515 ketika agama Islam berkembang di Pulau Jawa, Raden Patah, Sultan Demak melakukan perubahan pada bentuk wayang dan pertunjukannya.

Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan bentuk dan cerita dari wayang agar sesuai dengan ajaran agama Islam. Raden Patah dibantu oleh Sunan Giri dalam membentuk tokoh wanara (kera) di sekeliling tokoh Rama dalam cerita Ramayana, Sunan Bonang yang menghadirkan tokoh fauna, seperti kuda, gajah, garuda, dan lain sebagainya, Sunan Kalijaga yang menghadirkan kelir (layar), gebog, dan balincong (lentera) untuk pencahayaan. Raden Patah selain mengubah gambar tokoh pewayangan, juga menciptakan gunungan dan janturan, atau tempat menancapkan wayang di samping dalang. Sejak itulah dikenal dengan pertunjukan wayang kulit di Jawa.

Ketika masa Ratu Tunggul dari Kesultanan Demak pada 1556, wayang mulai dihadirkan dengan bentuk karakternya masing-masing. Penambahan seperti Jamang (Baju), samping (kain penutup bagian bawah), kalung, anting-anting, hiasan pada bahu, koroncong (kalung panjang), serta gelung (rambut), diberikan pada tiap wayang dengan bentuk yang berbeda, seperti pada tokoh pendeta, raja, pengawal, hingga raksasa.

Source Kumparan kumparan.com/potongan-nostalgia/perjalan-mencari-bentuk-wayang
Comments
Loading...