Wayang Indonesia : Seni Wayang Pandangan Islam

0 89
Bagaimana pandangan Islam tentang seni wayang?

Menarik untuk mengingat bahwa penyebaran Islam di Indonesia oleh Wali Sanga banyak dilakukan dengan memanfaatkan seni wayang, karena merupakan seni yang digemari rakyat sehingga lebih mudah digunakan untuk memasukkan nilai baru. Dan siapa yang meragukan kesalihan dan tingkat keimanan Wali Sanga?  Namanya juga wali, tentu sebagai muslim tingkat keislamannya jauh di atas rata-rata. Justru melalui pertunjukan wayang nilai-nilai Islam diperkenalkan.

Nilai kebaikan yang ada pada cerita-cerita wayang selaras dengan Islam (dan juga agama-agama lain). Ambil contoh figur Pandawa Lima.  Mereka mewakili nilai-nilai kebaikan dan kejujuran. Yudhistira merepresentasikan figur yang utama: pemimpin yang adil, jujur, sabar, welas asih, bijaksana.  Seperti yang lemah, dan seolah-olah kedudukannya hanya kokoh karena keperkasaan adik-adiknya (Harjuna, Bima, Nakula dan Sadewa).  Tapi jangan lupa bahwa dibalik kelemahan tersebut terdapat kekuatan yang luar biasa, ingat peristiwa ajalnya Prabu Salya, seorang raja yang sakti melalui tangannya.

Bima mewakili kejujuran, ketegasan, keberanian, dan kekuatan fisik. Harjuna menggambarkan kejujuran, sifat kesatria, ketekunan dalam menuntut ilmu, dan keteguhan dalam meraih cita-cita. Nakula dan Sadewa mewakili sifat kesetiaan (pada saudara), sifat kesatria, kepandaian, dan keberanian.Banyak lagi figur-figur lain yang menggambarkan nilai-nilai kebaikan: Sri Kresna, Bhisma Dewabharata, Adipati Karna, Srikandhi, Bambang Ekalaya, Drupadi, dan lain-lain.

Source Kompas kompasiana.com/abu_ahmad/551aef69a33311be20b65abc/seni-wayang-dalam-pandangan-islam#
Comments
Loading...