Wayang Indonesia : Tanpa Wayang, Tidak Ada Kejawaan

0 137

Wayang sebagai lakon sekaligus seni pertunjukan dapat hidup sampai sekarang berkat kefundamentalan dan kestrategisannya dalam kehidupan masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Indonesia khususnya Jawa. Tanpa wayang, tidak ada kejawaan; kejawaan tiada berarti tanpa wayang. Sebagaimana dikatakan oleh orang Inggris bahwa tidak ada Inggris tanpa Shakespeare, dalam hal ini juga dapat dikatakan bahwa tidak ada masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Indonesia khususnya Jawa tanpa wayang [wong lan kabudayan Jowo tanpa wayang mesthi gothang].

Prof. Djoko Saryono mengemukakan hal itu ketika hadir sebagai salah satu narasumber Sarasehan Seniman Pedalangan yang diselenggarakan dan berlangsung di Taman Budaya Jawa Timur Kamis malam (31/5). Mengawali acara ini sudah tampil sebagai narasumber adalah Prof. Henri Subiyakto dari Unair. Disamping itu, setelah Prof. Djoko Saryono, dijadwalkan dalang Ki Purboasmoro sebagai narasumber sekaligus memeragakan fragmen pergelaran wayang.

Dalam makalahnya yang berjudul “Revitalisasi Wayang dan Pengelolaan Kemajemukan Lokal”  Djoko Saryono menyampaikan bahwa secara historis, sosiokultural, religiokultural, geokultural, dan antropo-psikologis, keberadaan, kedudukan, peranan, dan fungsi wayang sangat fundamental dan strategis dalam kehidupan masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Indonesia dan lain-lain. Dikatakan fundamental karena keberadaan, kedudukan, peranan, dan fungsi wayang telah menjadi prasyarat yang harus ada dalam kehidupan masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Jawa. Wayang menjadi presensi atau representasi keindonesiaan termasuk kejawaan [dapat juga kebalian dll].

Source Brang Wetan brangwetan.com/2018/05/31/prof-djoko-saryono-tanpa-wayang-tidak-ada-kejawaan
Comments
Loading...