Wayang Indonesia : Teater Koma, Lahir pada 1977

0 195

Biasanya, teater yang lahir tahun 1977 ini memilih mengusung berjibun properti. Dalam lakon seperti Opera Kecoa, Republik Togog, atau Semar Gugat, Teater Koma menampilkan properti yang demikian kompleks dan ribet. Itu sudah biasa bagi mereka. Dalam Mahabarata kompleksitas properti tadi banyak berkurang karena mereka memilih jalan milenial, yakni multimedia. Multimedia yang ditangani Deden Bulqini menjadi penyelamat kerumitan adegan. Apalagi dalam lakon ini banyak sekali adegan-adegan super-realistis seperti pertarungan para dewa atau proses kelahiran dewa dari sebutir telur.

Dengan menggunakan multimedia, kerumitan itu menjadi sangat sederhana, tanpa kehilangan substansi cerita. Bahkan, multimedia menjembatani visualisasi penonton terhadap dialog-dialog imajinatif para dewa. Ketika pemain berkisah tentang dunia antahberantah, multimedia membantunya dengan visual-visual surealistik yang keren.

Source Kompas kompas.id/baca/utama/2018/11/25/liukan-arus-koma
Comments
Loading...