Wayang Indonesia : Translator pada Acara Wayang

0 52

Menyaksikan wayangan semalam suntuk pertama saya atau lek-lekan kalau dalam istilah Jawa. Bagi orang-orang tua dari Jawa dan sekarang tinggal di Jakarta pasti merindukan acara seperti ini. Ya, karena pengunjungnya kebanyakan orang-orang paruh baya bahkan sudah sepuh. Acara itu adalah acara rutin dari PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) yang diadakan sebulan sekali. Saya tidak tahu lokasi dan jadwalnya biasanya, tapi kemarin diadakan di halaman Gedung Btari Sri, Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Selain merupakan agenda rutin, acara kemarin sekaligus acara peresmian sebuah komunitas yang digadang oleh dalang (dan artis) Sujiwo Tejo. Komunitas itu bernama “Komunitas Rahwana Putih”. Konsep sebenarnya belum begitu jelas. Tapi mungkin akan dibuat semacam diskusi berbalut budaya (wayang) yang mirip dengan Kenduri Cinta-nya Cak Nun atau Emha Ainun Najib yang rutin sebulan sekali diadakan di halaman Taman Ismail Marzuki. Lakon wayangan malam itu adalah

Lahire Semar

Bercerita tentang lahirnya anak-anak Sang Hyang Tunggal yaitu Bathara Ismaya (Semar), Bathara Tejamaya (Togog), dan Bathara Manikmaya (Batara Guru). Dalangnya terkenal, yaitu Ki Purbo Asmoro. Seorang dalang yang sudah go international, seperti Singapura, Jepang, Amerika, Inggris, dan Bolivia.

Source kompasiana.com kompasiana.com/pradhany/54f6f75aa33311070d8b4583/translator-pada-acara-wayangan
Comments
Loading...