Wayang Indonesia : Wali Songo, Wayang & Toleran

0 114

Latar asimilasi Islam dengan negara majemuk Indonesia, sesungguhnya kehadiran ajaran Islam itu sendiri terjadi melalui asimilasi yang sangat halus. Terdapat sebuah paradigma yang cukup unik dimana sangat bisa diambil sebagai pelajaran dalam konteks kekinian. Asimilasi Islam dengan Nusantara dilangsungkan dalam suasana yang damai. Islam ideologis yang menghajatkan pewarnaan agama dalam sendi-sendi kehidupan dapat diakomodasi pada saat yang bersamaan potensi konflik karena benturan nilai dapat diredam.

Sebuah pelajaran yang sangat relevan menghadapi problema kemajemukan hari ini. Saat dominasi kerajaan Hindu-Budha mulai pudar pada sekitar abad ke-17 Walisongo mengambil peran membangun masyarakat Jawa dengan tata nilai baru. Para Walisongo ini adalah kaum intelektual yang mereformasi dinamika sosial masyarakat Pulan Jawa dan dalam berbagai bentuk manifestasi peradaban mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan.

Yang menarik dari kiprah para Walisongo ini adalah aktivitas mereka menyebarkan agama di bumi pertiwi tidaklah dengan armada militer dan pedang,tidak juga dengan menginjak-injak dan menindas keyakinan lama yang dianut oleh masyarakat Indonesia yang saat itu mulai memudar pengaruhnya, Hindu & Budha. Namun mereka melakukan perubahan sosial secara halus dan bijaksana. Mereka tidak langsung menentang kebiasaan-kebiasaan lama masyarakat namun justru menjadikannya sebagai sarana dalam dakwah mereka. Salah satu sarana yang digunakan sebagai media dakwah mereka adalah wayang.

Source hot.detik.com news.detik.com/opini/d-1581856/wali-songo-wayang-dan-toleransi-beragama-yang-konstruktif
Comments
Loading...