Wayang Indonesia : Wayang, Bukti Toleransi Hindu

0 64

Pertengahan Januari 2017 di wilayah Jakarta Pusat pernah terpasang spanduk terhadap larangan pergelaran wayang kulit. Kasus ini sempat viral di dunia maya. Beberapa hari kemudian spanduk-spanduk tersebut diturunkan. Memang ada motif tertentu di balik pemasangan spanduk. Namun tentu kita tidak bicara spanduk. Lebih bermanfaat kalau kita telusuri sejarah wayang dan fungsinya di masyarakat. Apalagi pada 2003 UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan pusaka dunia.

Sebenarnya wacana tentang wayang sebagai karya adiluhur sudah terlontar pada abad ke-19. Ketika itu pakar budaya Hindia Belanda, J. L. A. Brandes mengatakan bahwa wayang merupakan peninggalan asli milik bangsa Indonesia. Menurutnya, segala unsur dalam wayang itu tidak dipengaruhi kebudayaan India, baik yang bercirikan Hinduisme maupun Buddhisme. Munculnya wayang ditafsirkan karena bayangan lukisan manusia dipandang dapat merupakan tontonan yang menghibur.

Pada awalnya, gambar bayangan tersebut diwujudkan di atas daun tal. Karena daun tal dianggap terlalu kecil, selanjutnya gambar dipindahkan ke atas kulit lembu atau sapi. Gambar yang ditatah tersebut kemudian diberi latar kain putih. Dengan bantuan sinar lampu, penonton dapat melihat bayangan hitam pada layar. Itulah yang disebut pertunjukan wayang, yang artinya melihat bayangan (wayangan).

Source kompasiana.com kompasiana.com/djuliantosusantio/5895d0f5c5afbdb60abbd0b7/wayang-bukti-toleransi-hindu-dan-islam
Comments
Loading...