Wayang Indonesia : Wayang, Cermin Akar Demokrasi

0 34

Wayang budaya warisan leluhur. Wahana tutur tinular, filosofi, wejangan, nasehat, sosialisasi kebijakan di masa lampau. Bahkan penyampai kritik pedas bagi penguasa negeri, bisa jadi alat kampanye, penggalang dukungan rakyat, di masa itu. Wejangan kebaikan pasti menang melawan kebatilan, spirit yang diajarkan nenek moyang turun-temurun generasi ke generasi selama beabad-abad melegenda. Ada Raja Rama melawan Angkara murka Raja Dasamuka.

Pandawa versus Kurawa, yang happy ending setelah perang puputan di medan kurusetra. Melahirkan Negeri yang gemah ripah loh jinawi dipimpin Sang Parikesit cucu Pandawa, anak Arjuna. Gambaran solusi ratu adil pada episode zaman berikutnya. Gambaran yang diterjemahkan dalam Kalatida oleh Ki Joyoboyo, futuris Tanah Jawa. Pirhyc Victory wejangan versi bule. Kemenangan Akbar dengan pengorbanan yang sangat besar. Gambaran solusi

Bersih-bersih Negeri

dari negeri acak adut yang sudah tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang batil dan mana yang haq. Wejangan ini mirip-mirip bahkan sangat simetris dengan kondisi bangsa kita saat ini. Pemimpin, penguasa sudah tertutup hatinya oleh duniawi yang menyesatkan. Kejahatan di depan mata tak terlihat, tertutup oleh silau harta karun negeri yang langgeng menjadi jarahan, membudayakan mengangkanginya buat kroni dan jaringan kelompoknya meski harus mengorbankan rakyat menjadi telantar.

Source Kompas kompasiana.com/putusemar/54fd6a5fa33311622150fde5/wayang-cermin-demokrasi-mengakar-di-nusantara#
Comments
Loading...