Wayang Indonesia : Wayang Golek Sunda Era Kini

0 320

Bunyi musik gamelan terdengar riuh menggema, dipancarkan melalui pengeras suara yang dipancang tinggi-tinggi. Suaranya terdengar keseluruh pelosok dusun, memecah suasana alam pedesaan yang tenang dan damai. Di sebuah panggung yang dirancang khusus buat pertunjukan, terlihat wayang golek berjejer ditancapkan di atas batang pohon pisang yang sengaja dipajang sebagai tanda adanya pertunjukan wayang golek. Boneka-boneka kayu itu nanti yang akan menjadi pemeran dalam pertunjukan tersebut.

Di atas panggung sejumlah panayaga (pemain gamelan Sunda) masing-masing sibuk memainkan alat-alat tabuhannya sambil duduk. Sang dalang sebagai pengatur laku wayang-wayang yang akan dimainkannya, duduk bersila paling depan berhadapan dengan deretan wayang yang dipajang di sisi kiri-kanan depan panggung. Salah satu kaki sang dalang menjepit semacam pemukul dari kayu yang pendek untuk digunakan menekan kecrekan sebagai alat komando tanda musik harus berhenti atau harus berubah nada sesuai kebutuhan cerita.

Kecrek yang terbuat dari serentengan besi gepeng tipis segi empat dengan ukuran sekitar sepuluh senti meter itu dicantelkan pada peti kayu tempat wayang disimpan yang ditaruh disisi sang dalang. Bila kecrek itu ditekan kaki dengan menggunakan pentolan kayu tadi maka akan terdengar nada yang sangat khas (menggecrek). Di belakang dalang duduk sinden asik melantunkan lagu-lagu yang disesuaikan dengan irama jalan cerita pementasan, dan ada juga lagu-lagu hiburan.

Source pandoe.rumahseni2.net pandoe.rumahseni2.net/nusantara/sunda/wayang-golek
Comments
Loading...