Wayang Indonesia : Wayang, Kesenian Lokal Penuh

0 37

Siapa sih yang tidak tahu kesenian wayang, mulai dari wayang kulit, wayang orang sampai wayang golek pasti tahu setidaknya pernah mendengar. Pertama kali kenal dengan wayang terutama dengan wayang golek, ketika saya masih SD dan diajak oleh bapak saya yang memang hoby nonton wayang. Dulu masih ingat ketika diajak ke tempat pegelaran wayang senang nya bukan main, bukan karena melihat wayangnya tapi karena disaat ada keramaian seperti itu pasti banyak yang dagang mainan atau makanan.

Awal masih tidak mengerti siapa itu pandawa, Kurawa, astina, Bisma, Kresna, Pandu, dll yang saya tahu astrajingga atau cepot yang selalu melakukan guyonan di setiap acara wayang. Apalagi dengan warna merahnya yang khas siapa sih yang tidak kenal cepot. Namun entah mengapa atau mungkin memang seni daerah yang selalu ada akhirnya saya pun mencoba mengenal lebih dalam tentang wayang. Tak kenal maka tak kan sayang, peribahasa tersebut cocok buat saya.

Dari awalnya hanya sebagai tontonan biasa, tanpa menyaring inti dari cerita yang sedang dilakonkan. Kini wayang menurut saya bukan hanya sebagai tontonan biasa atau cerita biasa yang berisi guyonan dan juga cerita dendam antara pandawa dan kurawa tapi lebih dari itu. Wayang menjadi sebuah tuntunan pelengkap filsafah kehidupan sesuai dengan ajaran agama.

Source kompasiana.com kompasiana.com/gussz_ganzz/54f77700a333118c678b4567/wayang-kesenian-lokal-penuh-dengan-pelajaran-hidup
Comments
Loading...