Wayang Indonesia : Wayang pada Dimensi Rasional

0 21

Disadari atau tidak, wayang sebagai bentuk kebudayaan secara khas yang merupakan buah dari cipta, rasa dan karsa adalah suatu bentuk struktural kompleks sebuah pemikiran manusia yang agung, estetis dan rasional. Bukan hanya sekadar nilai tontonan dan tuntunan saja yang bisa kita petik dari segi budaya yang satu ini. Bukan hanya itu. Kajian wayang adalah kajian multi dimensional yang saling berabstraksi satu sama lain membentuk sebuah kesatuan cerita yang sarat kebajikan dan membangun pola pemikiran secara logis.

Mungkin sampai saat anda membaca kalimat di atas,anda terus bertanya dimankah letak pemikiran yang logis dan rasional itu? Mari kami tunjukkan pada anda beberapa Teori ilmiah yg terkandung dalam cerita wayang. Jauh sebelum Gregor Mendel, Bapak Genetika dunia mencetuskan teori genetikanya tentang Genotip dan Fenotip, dalam cerita pewayangan sudah terlebih dahulu menunjukan Teori tersebut dengan bahasa yang amat halus dan contoh yang konkrit serta penjelasannya secara sistematis.

Apa buktinya? Mari kita tilik dalam cerita Ramayanana bahwa dewi Sukesi dan begawan Wisrawa melahirkan 3 putra raksasa dan 1 putra berwujud manusia. Putra raksasa adalah akibat gen dominan dari dewi Sukesi yang memang keturunan raksasa dan putra manusia adalah akibat gen resesif begawan Wisrawa yang memang berwujud manusia. Begitu pun yang terjadi pada Mahabarata.

Source Kompas kompasiana.com/pramonosekti/54ffbdf9a33311da6450fb80/wayang-dalam-dimensi-rasionalitas
Comments
Loading...